LIGA UTAMA – Satu rumor baru berhembus soal masa lalu Patrick Kluivert, nama yang disebut-sebut sebagai calon pelatih Timnas Indonesia. Kluivert dikabarkan sempat ditolak oleh klub Belgia, Anderlecht.
PSSI mengumumkan bahwa pelatih baru Timnas Indonesia akan diumumkan pada 12 Januari 2025, dengan Kluivert disebut sebagai kandidat utamanya. Penunjukan Kluivert mengundang pro-kontra di kalangan fans.
Sebagai pemain, Kluivert termasuk striker tajam dengan pernah menjuarai Liga Champions bersama Ajax Amsterdam dan La Liga bersama Barcelona. Dia juga sempat menjadi andalan Timnas Belanda di era 2000-an.
Namun, karier sebagai pelatih sangat minim prestasi. Terakhir, dia menangani klub Turki, Adana Demirspor hanya dalam waktu lima bulan pada medio 2023 sebelum dilepas dengan kesepakatan bersama.
Media Belanda, Voetbal Nieuws, mengklaim bahwa Kluivert sebenarnya sempat menawarkan diri melatih klub raksasa Belgia, Anderlecht pada musim 2024/2025. Namun, dia ditolak oleh klub asal Brussels tersebut.
“Pelatih asal Belanda itu (Kluivert) telah mencari pekerjaan baru di bidang sepak bola selama beberapa waktu. Dia bahkan menawarkan jasanya ke RSC Anderlecht setelah pemecatan Brian Riemer, tapi itu tidak pernah menjadi pilihan bagi ungu dan putih (warna jersey Anderlecht),” tulis Voetbal Nieuws, Selasa (7/1/2025).
Patrick Kluivert Ditolak Anderlecht
Anderlecht sempat ditangani oleh pelatih asal Denmark, Brian Riemer, sejak awal musim Belgian Pro League 2024/2025. Namun, dia dipecat setelah kalah dari Genk pada 19 September 2024.
Jika merujuk berita Voetbal Nieuws, pada momen itulah Kluivert menawarkan diri untuk menjadi pengganti. Namun, pihak Anderlecht memutuskan untuk menunjuk pelatih muda David Huberts untuk posisi tersebut.
Di sisi lain, sejumlah rekam jejak negatif Patrick Kluivert turut mencuat seiring dengan semakin ramainya ‘penolakan’ dari netizen Indonesia.
Pada tahun lalu, Kluivert pernah menjadi korban pemerasan oleh sindikat perjudian, di mana mantan pemain internasional Belanda ini dilaporkan memiliki utang lebih dari satu juta euro.
Rekam Jejak Buruk
Menurut laporan dari media Belanda De Volkskrant, utang tersebut menumpuk pada tahun 2011 dan 2012, ketika Kluivert menjabat sebagai pelatih tim cadangan di FC Twente. Pada saat itu, tidak ada larangan untuk bertaruh pada pertandingan klub sendiri.
Meskipun demikian, mantan pemain internasional Belanda ini tidak sedang diselidiki terkait pengaturan pertandingan, dan utangnya sebagian besar telah dilunasi.
Pengacaranya, Gerard Spong, menekankan bahwa penyelidikan yang sedang berlangsung berkaitan dengan geng kriminal tersebut, bukan Kluivert. Spong menyebut kliennya sebagai ‘korban’.
Voetbal Nieuws juga menjelaskan bahwa Kluivert belum membuktikan kualitasnya sebagai pelatih. Belum ada raihan trofi atau pencapaian tertentu dalam kompetisi yang diikutinya selama menangani tim.